Orvia

Direkomendasikan oleh seorang teman di dalam group chat WhatsApp, sebut aja namanya Wira. Kalo di Twitter, namanya @wira_panda. Nah jadi Wira ini selalu ngajakin nongkrong dimari. Karena penasaran dan serta didorong oleh keinginan yang luhur, gue nerima ajakan Wira. Sekalian nge-jam barengan Minikustik. Yash!

Orvia, letaknya di Jakarta Timur, deretan TransMart Carefour Kalimalang. Menempati bangunan 3 lantai, dengan warna bangunannya hitam, dan ada neon box di atasnya, gampang kok dicarinya. Yang susah itu nyari jodoh. 

Tampilan Orvia dari luar ada kaca besar, jadinya keliatan ya bagian dalamnya. Begitu masuk, yang ada dibenak gue, kok ini tempat lega amat. Lega dalam arti sebenarnya, karena emang minimalis banget interiornya. Tapi seru dan bikin penasaran. 

Ada dua ruangan di lantai dasar. Ruangan pertama, bisa untuk ngerokok atau mau bikin rusuh kayak yang Minikustik lakukan, ngacak ngacak susunan bangku meja? Bisa! Baru juga meja sama bangku yang diacak-acak, belom hati kan?

Ruangan kedua kayaknya gak bisa buat ngerokok, tapi gak tau juga ya. Yang menarik adalah adanya mini stage untuk homeband atau kalian yang punya bakat musik, bisa tes kemampuan bermusik kalian untuk tampil di Orvia. Bisa! Tinggal bilang aja sama cafe manager Orvia. 

Masih di lantai dasar. Ada etalase cake,  buat kalian yang cuma pengen ngemil. Sepertinya enak. Jangan lupa untuk pesen kopi di Orvia. Menurut Wira, Cappucinonya enak. Tapi waktu itu gue pesennya kopi hitam dengan metode fresh press. Rekomen banget. 

Untuk makanan, Orvia menyediakan makanan yang sehat. Gue pesen Chicken Salad Tropical. Wah ini enak dan porsinya pun pas. Sayurannya fresh, dressing saucenya enak. Terus ada potongan ayam tanpa kulit, tapi udah berbumbu. Iya. Ini enak! 

Naik ke lantai dua, ada galeri yang memajang barang-barang kerajinan tangan, dan dijual juga. 

Di lantai tiga, ada rooftop yang seru banget untuk dinner romantis sama pasangan. Ada deretan meja bangku yang tersusun dengan rapi. Ayo! Cari pasangan! #lha

Asalkan gak ujan, nongkrong di  rooftop Orvia, bakalan asik banget. Nanti gue update ya untuk foto rooftopnya. 🙂

Untuk harga, menurut gue terjangkau. Bahkan di saat tanggal tua sekalipun. Pelayanannya di Orvia juga ramah, kayak elo bukan pelanggan baru. Oh iya! Kelupaan! Cobain minum teh di Orvia deh. Orvia punya varian teh yang layak untuk pecinta teh cobain. Serius. 

Orvia buka setiap harinya, dari jam 10 pagi sampai 10 malam. Penasaran? Kepoin aja IGnya di @orvia_id

Nongkrong, yuk! 

(Coba Review Film) Filosofi Kopi 2: Ben & Jody

Gue termasuk orang yang agak telat nonton Filosofi Kopi yang pertama. Bukan karena ga minat, tapi gue kurang update soal film Indonesia yang diangkat dari novel.
Mulai nonton film Filosofi Kopi justru dari salah satu aplikasi untuk nonton film dari salah satu provider telekomunikasi di Indonesia. 

Suka dengan film Filosofi Kopi yang pertama, mulai dari karakter Ben dan Jody yang real, yang bisa kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Jalan ceritanya sederhana tapi seru untuk diikutin pelan-pelan. Pengambilan gambarnya, yang menurut pandangan gue yang awam yang bagus.

Suka dengan film Filosofi Kopi, bikin gue pengen main ke kedainya. Ngopi di kedai Filosofi Kopi yang ada di Melawai saat udah tau film Filosofi Kopi 2: Ben & Jody udah mau tayang, ekspektasi gue lumayan tinggi. Lebih gak sabar aja buat nonton nanti. 

Oh iya. Untuk yang mau nonton Filosofi Kopi 2: Ben & Jody, gue saranin untuk nonton Filosofi Kopi yang pertama. Biar ga skip saat nontonnya. 
Berikut ulasan singkat dan awam gue di Filosofi Kopi 2: Ben & Jody. Semoga engga spoiler bagi yang belum nonton. Amin. 

Berangkat dari adegan terakhir Filosofi Kopi yang pertama, dimana Jody akhirnya menjual kedai kopi Filosofi Kopi, lalu Ben & Jody punya keinginan untuk mengkopikan Indonesia dengan menggunakan mobil VW Combi yang udah dimodif layak foodtruck. 

Pembukaan Filosofi Kopi 2: Ben & Jody, dimana mereka lagi jualan kopi andalan mereka, Perfecto dan Tiwus beserta filosofinya. Sampai kemudian muncul konflik. Mulai dari Nana yang harus resign karena hamil, lalu 2 baristanya, Aga dan Aldi juga minta resign karena ingin mengejar mimpi untuk punya usaha kedai kopi sendiri. Itu menjadi titik balik mereka untuk keluar dari zona nyaman.

Memutuskan untuk balik ke Jakarta dan ngebangun dari awal lagi kedai Filosofi Kopi, ga mudah buat mereka berdua. Sampai akhirnya ketemu Tara yang bersedia menjadi investor baru bagi Filosofi Kopi. 

Konfil demi konflik mulai muncul. Mulai dari kisah cinta yang berujung benci, lalu yang tadinya benci menjadi cinta, persahabatan sejati Ben & Jody yang diuji melalui Filosofi Kopi, sedihnya Ben yang ditinggal oleh ayahnya untuk selamanya, dan konflik lain. 

—– Batas Spoiler —–

Gue suka banget sama karakter Ben & Jody yang semakin lepas. Terus juga beberapa karakter baru yang muncul, yang diperankan oleh Luna Maya dan Nadine Alexandra. Yang bikin greget adalah tokoh yang diperankan oleh Nadine Alexandra. 

Lokasi film Filosofi Kopi 2: Ben & Jody juga seru dan sedikit banyak bikin gue kepengen jalan-jalan lagi. Terutama ke Toraja. 

Gambar yang ditampilkan tone warnanya enak dilihat. Warna warna yang cerah lalu ketemu dengan pencahayaan yang temaram. Asik lah buat gue. 

Suasana cinanya rumah Ben tuh dapet banget. Serasa lagi ada di rumah sodara gue yang cina banget. 

Pemilihan sountrack yang pas dan bikin ikutan nyanyi sambil nonton. 

Selesai nonton Filosofi Kopi 2: Ben & Jody ini, kalo ga kepengen punya kedai kopi, ya kepengen jadi barista, atau bahkan kepengen punya perkebunan kopi. 

Amiiin!

Selamat menonton! 

Kedai Kopi Lokal

Holaaaa!!
Kurang lebih selama sebulan ini, gue dan Uni pacar mampir ke kedai-kedai kopi lokal. Berhubung kami suka ngopi, maka saat menemukan kedai kopi lokal, semacam menemukan harta karun. 

Mata berbinar-binar, terus joged-joged, mobil gue sampe bergoyang hebat, kaki gemetaran, badan menggigil, muka pucat. Okay. Itu mau demam sepertinya. 

Tapi bener, deh. Saat ketemu, mampir, lalu nyobain kopi di kedai kopi lokal, kami selalu senang. Apalagi kalo tempatnya nyaman. Jadi semacam betah gitu. 

Kedai kopi lokal yang kami datengin itu, rata-rata berlokasi di Jakarta Selatan, Jakarta Utara dan pernah sekali ke daerah PIK (Pantai Indah Kapuk).
Menurut kami, semakin ngumpet kedai kopi lokal yang kami cari, semakin enak kopi dan tempatnya. Dan teori kami itu terbukti sampai saat ini. 

Kedai kopi lokal itu gak cuma menawarkan racikan kopi yang enak, tapi juga keramahan barista yang bikin kami saling berinteraksi. Tempat yang nyaman dengan konsep yang unik, itu adalah bonus untuk kami. 

Kedai kopi lokal yang pernah kami datangi sampai saat ini, mereka menggunakan kopi asli Indonesia. Sebut saja Aceh Gayo, Flores Bajawa, Temanggung, Kintamani, Sidikalang, dan dari daerah lainnya. Ada juga beberapa kedai yang menggunakan biji kopi luar, seperti dari Tanzania dan Ethiopia. 

Beda kedai kopi lokal, beda racikan barista, akan berbeda juga rasa kopinya. Tapi yang menarik, masing-masing kedai kopi lokal ini punya ciri khasnya. Bisa dari rasa kopinya, cara penyajian (art latte), gelas/cangkir kopi yang digunakan, dan bahkan cup take awaynya. 

Seru!
Menu kopi yang kami selalu pesan, saat datang ke kedai kopi lokal, gak jauh dari Cappucino, White Latte, Americano/Long Black/ Iced Coffee, dan sesekali signature coffee mereka. Kalau kedai kopi lokal yang kami datangi punya cake atau cemilan, pasti kami pesan. 

Kapan kami biasa mampir ke kedai kopi lokal? 

Biasanya kami ke kedai kopi lokal itu tengah minggu dan akhir pekan. Kalau tengah minggu itu, cuma 1 kedai kopi lokal yang kami datangi. Kalau akhir pekan bisa 2-3 kedai kopi lokal. 

Kedai kopi lokal yang kami datangi, rata-rata buka dari jam 10 pagi sampai jam 11 malam. 

Untuk harga, kedai kopi lokal mematok kisaran Rp15.000 – Rp35.000. Cukup murah ya. 

Pastikan sebelum meminum kopi, kamu bisa rikues ke baristanya, mau kopinya yang strong, medium atau soft. Balik ke selera kalian kok. Jangan lupa untuk makan dulu, sebelum minum kopi. Supaya lambungnya gak kaget gitu.

Datang ke kedai kopi lokal, selain dapet kopi yang enak, kalian juga turut membantu kelangsungan hidup para petani kopi Indonesia. 

Beginilah kira-kira ekspresi kami kalo menemukan kedai kopi lokal 

Let’s go! 
Kalau mau nanya-nanya atau mungkin mau ngajakin ngopi bareng? Boleh! Follow aja @dnlwkrt

Portafilter 

Tempat ngopi yang enak itu, cuma ada dua kriteria kalo menurut gue. Kopinya enak dan tempatnya enak buat santai atau ngobrol serius. 
Portafilter ini punya dua kriteria yang gue mau. Kopinya enak dan tempatnya juga asik. 

Awal mulanya ruko tempat Portafilter ini berada, dulunya sebuah bengkel mobil. Kemudian disulap menjadi tempat ngopi yang bisa gue rekomendasikan. 

Tampilan Portafilter ini dari luar aja udah nyenengin banget buat dicoba. Dikelilingi oleh banyaknya kaca yang memungkinkan cahaya matahari untuk masuk ke ruangan, yang memberikan pencahayaan alami. Jadinya bisa hemat energi ya.

Dominasi warna pada ruangan Portafilter ini hitam, putih dan abu-abu. Adem gitu jadinya. 

Minuman yang ditawarkan oleh Portafilter, tentu aja adalah kopi enak yang gak cuma ada black coffee, tapi Portafilter juga meyajikan Latte dan teman-temannya. 

Seperti yang #makanserius pesan, Iced Hazelnut. 

Hazelnutnya itu dalam bentuk ice cube yang nantinya dituangin susu putih hangat untuk mencairkan hazelnutnya. Ini enak. 

Selain aneka minuman kopi, Portfilter juga menyediakan cemilan berupa cake yang dijual perpotong. 

#makanserius pesan Mille Choco Banana dan Taro Cake. (red: kayaknya sih itu namanya ya. Lupa 😂) 

Mille Choco Banana ini enaknya kelewatan sih. Lembut, ga terlalu manis dan rasa pisangnya tuh dapet banget. Ibarat kata nih ya, kalo kamu nyari pasangan, ini tuh udah pasti dapet restu orang tua. 

Taro Cake. #makanserius ga sempet nyobain. Mbak pacar yang nyobain. Tapi dari ekspresinya sih, Taro Cake ini enak juga! Warna ungunya ngegemesin. 
Selain kopi dan cake, Portafilter juga ada menu makanan beratnya loh. Yang pastinya sayang banget kalo kalian ga nyobain. 

Seperti yang #makanserius pesan nih. Ada….okay, gue lupa namanya 😂

Ini tuh enak banget! Nasinya gurih, bumbu-bumbunya tercampur rata dan porsinya pas banget. Telur dadarnya juga enak. Chicken katsunya renyah kriuk. Pokoknya enaaaak~

Untuk harga, menu-menu yang ada Portafilter ini sesuai dengan rasa dan porsinya. Ga bikin kantong bolong ya, meskipun belum gajian. 

Servicenya juga ga pake nunggu lama. 10 menitan aja kok. 

PORTAFILTER

Jl. Boulevard Timur No. 1 – Kelapa Gading, Jakarta Utara

09.00 – 21.00 wib

Bebek Goreng Pak Ndut – Bogor

Berbekal tayangan kuliner di salah satu stasiun televisi, berkunjunglah #makanserius ke Bebek Goreng Pak Ndut, yang letaknya ada di Jl. Pemuda, Bogor. 

Lokasinya cukup mudah dicari. Andalkan Google Maps. Kalau dari arah Jakarta, nanti keluar di Sentul Selatan, lalu masuk lagi di Tol Sentul Barat, lalu keluar di Kedung Halang. Ya pokoknya ikutin aja ya Google Maps kalian. #lhagimana

Seperti kebiasaan #makanserius kalo ke tempat makan yang emang baru pertama kali didatengin, selalu nanyain “menu spesialnya apa di sini?”

Mamang pramusajinya pun menyarankan Bebek Sangan. Bebek Sangan ini bebeknya disangrai lalu dilumuri oleh sambal pedas manis. Dalam satu porsi Bebek Sangan, ada tempe gorengnya plus udah termasuk nasi putih. 

Selain Bebek Sangan yang menjadi andalan resto Bebek Goreng Pak Ndut, ada juga Bebek Goreng Original, Bebek Goreng Kremes, Bebek Goreng Ijo, Bebek Goreng Remuk dan Bebek Goreng Serundeng. 
Berikut tampilannya

Uniknya setiap porsi menu Bebek Goreng ini, selalu ada daun pepaya sebagai lalapannya.

Sebagai pelengkap makan bebek goreng, ada juga tumisan sayur yang bisa kamu pesan. Ada Tumis Kangkung, Tumis Bunga Pepaya, Tumis Daun Pepaya, dan Tumis Toge. 
#makanserius memesan Tumis Daun Pepaya dan Tumis Toge. Ternyata Tumis Daun Pepayanya gak pahit sama sekali. 

Tumis Toge

Iseng tadi #makanserius pesan Kopi Jahe. Jahe yang digunakan adalah jahe utuh yang dibakar, untuk mengeluarkan aroma jahenya. Lumayan lah terasa hangat. 

Untuk harga makanannya, mulai dari Rp30.000an ya. 
Karena tadi resto Bebek Goreng Pak Ndutnya lumayan ramai, jadinya agak lama dateng makanannya. Yah sekitar 20 menitan. 

Suasana resto Bebek Goreng Pak Ndut

Kalo kamu suka sama menu Bebek, boleh lah Bebek Goreng Pak Ndut ini masuk daftar kuliner kamu. 

Happy Good Friday and Happy Holiday! 

Omkara Resort – Jogjakarta

Jogjakarta memang selalu istimewa dengan pariwisata dan juga kulinernya. 

Malioboro yang menjadi tempat wajib untuk dikunjungi, seakan tak pernah sepi untuk para wisatawan. 

Keraton, Alun-alun Kidul, Water Castle, dan banyaknya pantai-pantai cantik di Jogjakarta menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal atau mancanegara. 

Tau kah kamu? Tentu tidak. Karena saya belum kasih tau. 

Jauh dari keramaian dan hiruk pikuk Jogjakarta, ada tempat untuk kamu bersantai sejenak sambil menyegarkan mata. 

Arahkan perjalanan kamu menuju daerah Sleman, untuk bermalam di Omkara Resort. 

Omkara Resort terletak di Donoharjo, Ngaglik, Kabupaten Sleman, DIY

Untuk lebih mudahnya menuju Omkara Resort, kamu bisa menggunakan jasa transportasi online. 

Bagi kamu yang memesan melalui telepon ke Omkara secara langsung, mereka menyediakan jasa antar jemput. 

Omkara Resort hanya memiliki 13 kamar dengan pembagian 6 kamar tipe deluxe dan 7 kamar tipe vila. Khusus yang tipe vila, terdapat kolam renang pribadi yang terpisah dan jug adanya taman yang asri. 

Kamar tipe deluxe di Omkara sangat menyenangkan. Dengan interior kayu hampir di setiap furniturenya. Kamar mandi yang bersih dengan perlengkapan standar. 

Adanya balkon dengan alas duduk yang nyaman, dan juga pemandangan yang super hijau di kamar tipe deluxe ini, makin bikin betah untuk sekedar ngobrol atau santai sambil ngopi atau minum teh. Udara yang sejuk pada sore hari, akan terdengar juga suara jangkrik.

Semua kamar menggunakan kipas angin sebagai pendingin udara. Jangan khawatir kepanasan, karena udaranya bakalan dingin mulai pukul 9 malam. 

Fasilitas di Omkara Resort ini cukup seru. Ada penyewaan sepeda, tour Merapi, memancing, ada kolam renang. Untuk anak-anak, ada kegiatan menanam pagi dan memandikan kerbau. Untuk lebih lengkapnya, bisa langsung kamu tanyakan ke Omkara ya.

Terdapat satu pendopo untuk bersantai dan juga menikmati makanan yang disediakan oleh Omkara saat sarapan. Dengan view sungai kecil di samping pendopo. 

Untuk harga permalamnya. Karena waktu itu memesan melalui Traveloka, permalamnya Rp636.000 termasuk sarapan. Untuk harga melalui Omkara, bisa telepon langsung ya. 

Kayaknya bakalan balik bermalam di Omkara lagi, kalau ingin cari yang tenang-tenang. 

Jogja memang istimewa! 


Koling – Kopi Keliling

Hari pertama saya tiba di Jogja, setelah makan Bakmi Kadin yang terkenal itu, saya diajak oleh Ladrina dan Ezza ke Alun-alun Kidul. 
Alun-alun Kidul atau yang lebih dikenal dengan sebutan Alkid, punya beberapa “wahana” menarik yang sayang untuk dilewatkan. 

Ada becak dugem, ini sebutan dari Ladrina loh. Itu loh becak yang berbentuk mobil dengan barisan lampu LED warna-warni dan musik kekinian yang diputar. 

Selain becak dugem, ada juga “wahana” melewati dua pohon beringin besar yang ada di tengah Alkid. Dengan mata tertutup, kalo kamu bisa melewati dua beringin tersebut, maka doa kamu akan terkabulkan. Begitu mitosnya. Tapi nyatanya banyak yang gagal melewati dua beringin tersebut, termasuk saya. Susah ternyata. 

Tapi ada yang menarik di Alkid ini. Ada penjual kopi dengan menggunakan gerobak sepeda kayuh. 

Koling alias Kopi Keliling. 

Jangan membayangkan tempat duduk yang nyaman dengan pendingin ruangan yang sejuk. Tapi Koling menawarkan kopi enak dengan keakraban dari baristanya. 

Iya. Kopinya enak, harganya pun murah meriah. 
Kopi yang ditawarkan pun beragam layaknya coffee shop. Ada americano atau black coffee, ada cappucino, caffelatte, vietnamese iced coffee, dan lain-lain. Penyajiannya pun dengan alat-alat membuat kopi yang sama seperti di coffee shop. 

Seperti yang disinggung di atas. Harga kopi di Koling pun termasuk murah. Kisaran 12k – 20k. 
Kopi enak, teman ngopi yang seru, suasana Alkid yang bikin betah. 

Jogjakarta memang istimewa. 

Gerobak Betawi

Apa makanan khas Betawi yang jadi kesukaan kalian? 

Tahan dulu jawabannya. Tahan..tahan..ya..lepas!

Kemaren itu #makanserius diajakin untuk icip-icip makanan khas Betawi yang ada di Gerobak Betawi yang berada di Sunter, Jakarta Utara. 

Kebayang dong ya rasa penasaran #makanserius sama makanan khas Betawi yang ditawarkan oleh Gerobak Betawi. 

Begitu sampai di Gerobak Betawi, #makanserius langsung suka sama tempatnya. Adanya dekorasi yang Betawi banget, seperti lampu gantung dan bangku yang ada di rumah orang Betawi. Maklum aja. #makanserius waktu kecil tinggal di pemukiman orang Betawi asli. Ini seperti di rumah. 

Gerobak Betawi Sunter ini punya dua ruangan yang asik banget untuk bersantap. Teras depan dengan meja bangku kayu yang tertata dengan rapi, berhadapan dengan open kitchen yang menyediakan aneka cemilan khas Gerobak Betawi yang bisa kamu pesan. 

Ruangan bagian dalam Gerobak Betawi dilengkapi dengan pendingin ruangan dengan pencahayaan yang bikin nyaman. Meja dan bangku yang tersusun rapi, dengan dekorasi rumahan khas Betawi. 

Udah lapar belum?

*nahan lapar*

Makanan yang disajikan oleh Gerobak Betawi ini sukses membangkitkan selera makannya #makanserius hahahaha

Gak pake lama, #makanserius langsung pesan nasi putih sebagai pelengkap. Yang dicobain pertama kali ada Soto Betawi Oseng. 

Kuah sotonya dipisah dengan daging sapi osengnya. Ritual makan soto ala #makanserius adalah nyobain dulu kuah sotonya. Oh yeah..kuah sotonya wangi banget. Santannya gak terlalu medok, tapi sukses bikin #makanserius langsung masukkin daging sapi osengnya. 

Begitu semua tercampur, tambahin jeruk nipis dan sambal cuka khusus soto dan irisan cabe rawit, astaga..ini enak!

Satu lagi menu favorit #makanserius di Gerobak Betawi. Gado-gado

Gado-gado di Gerobak Betawi ini jadi rebutan antara #makanserius dengan Mbak Terry dari @NegeriID. 

Bumbu kacangnya lembut dan pekat. #makanserius menduga kalau kacang yang digunakan adalah kacang mete. Karena wanginya tuh beda dibandingkan kacang tanah. 

Kalian. Harus. Pesan. Gado-gado Gerobak Betawi ini. 

Ketika lagi kekenyangan, tiba-tiba owner dari Gerobak Betawi bilang, “kalian udah cobain nasi kucing di sini belum?”

Bel lapar #makanserius pun kembali bunyi. 

Nasi kucing juga menjadi menu andalan di Gerobak Betawi Sunter ini. 

Rasanya? Enak! 

Nasi putih sekepalan tangan yang berisikan suwiran ayam, sambal dan daun kemangi, menjadi hidangan penutup yang ciamik. Wajib dipesan ya. 

Secara keseluruhan #makanserius sangat sangat suka sama makanan di Gerobak Betawi yang ada di Sunter ini. Penyajiaannya, rasanya, kualitas bahan-bahan yang digunakannya. 

Untuk harga. Gerobak Betawi ini emang tau banget. Untuk makanan, kisaran Rp20.000 – Rp60.000. Untuk minuman, kisaran Rp5.000 – Rp20.000 

Bakalan balik lagi sih #makanserius ke Gerobak Betawi. 

Sssttt..jangan bilang siapa-siapa ya. Katanya nih Agnes Monica sering makan di Gerobak Betawi loh. Yah siapa tau kan ya #makanserius bisa dinner barengan Agnes Monica! Amin! 

GEROBAK BETAWI

Kepoin aja akun sosial media Gerobak Betawi. Twitter: @gerobakbetawi | IG: gerobakbetawi

Bong Kopitiam – Bekasi

Meskipun baru satu bulan beroperasi di Bekasi, Bong Kopitiam bisa banget nih tempat alternatif untuk kamu yang ingin makan sambil santai tapi males masuk mall. 

Bong Kopitiam yang di Bekasi ini menempati bangunan 2 lantai. Lantai pertama ada ruangan berpendingin ruangan dengan pemandangan dapur. Dibagian luar dari lantai pertama ini ada juga ruangan terbuka yang nyaman. 

Lantai 2 juga ada dua ruangan yang disediakan. Yang berpendingin ruangan lengkap dengan televisi layar lebar, dan ruangan luar dengan balkon yang seru untuk bersantap. 

Menu makanan di Bong Kopitiam yang di Bekasi ini, gak jauh beda kok dengan Bong Kopitiam di tempat lain. Mengandalkan makanan khas peranakan dan Melayu, dengan bumbu-bumbu yang memanjakan lidah. 

Menu saya kali ini adalah Chicken Grill Hainan Rice. 

Chicken grillnya wangi banget, bumbunya juga pas menyatu dengan ayamnya. Yang saya suka adalah kulit ayamnya tetap lembut. Kuah kaldunya super. Ada aroma jahe yang segar dan bawang putih yang wangi juga. Untuk nasi hainannya gurih, gak terlalu berlemak. Porsinya pun pas untuk saya. Rekomen. 

Selesai makan, kayaknya gak lengkap ya kalau gak ada cemilan. 

Saya memesan toast atau roti bakar khas Bong Kopitiam. Rotinya renyah dibagian luarnya, tapi tetap lembut dibagian dalamnya. Butternya meleleh, meskipun rotinya saya habiskan saat mau pulang. 
Minumnya? Achong Black Coffee. Kopinya enak. Pahitnya pas, manisnya di kamu. 

Jadi? Kapan nih kita mau makan di Bong Kopitiam lagi? 

Kopi Hitam

Gue termasuk orang yang suka sama kopi. Seenggaknya udah beberapa tahun ini. Beda banget sama gue yang dulu. Kopi buat gue adalah minuman yang aneh. Minuman yang normal buat gue adalah air mineral. 

Gue mulai suka kopi, awalnya dari icip iseng. Iya. Iseng. Karena waktu itu jadi anak kantoran yang butuh suntikan biar gak suntuk di kantor, kopi adalah cairan yang tepat. 

Makin ke sini, mulai menentukan jenis minuman kopi yang cocok sama gue. Dari Cappucino yang smooth dan bikin tenang. Caffe Latte yang bikin senyum karena ada latte artnya. Sampai akhirnya gue jadi semacam ketagihan sama minuman kopi hitam tanpa gula. 

Awalnya waktu gue ikutan jalan-jalan sama temen gue ke Halimun, Jawa Barat. Ada warung kopi kecil yang menjual kopi tradisional. Namanya Kopi Jagung. Lalapnya bukan lalap kangkung. 

Kopi Jagung ini unik banget. Biji kopi yang disangrai dicampur dengan biji jagung. Lalu ditumbuk dan dikemas dengan sederhana. Soal rasa, kopi jagung ini boleh diadu. Nikmat. 

Sejak saat itu, gue semacam menemukan jenis minuman kopi yang pas buat gue. 

Konon katanya, peminum kopi hitam cenderung punya sifat yang unik. Mereka yang meminum kopi hitam adalah orang yang sederhana. Punya sifat yang tenang dalam menghadapi perubahan hidup. Misterius dan ambisius dalam mencapai target hidupnya. 

Bicara soal asmara. Peminum kopi hitam buat sedikit usaha untuk menunjukan sisi romantisnya. Percaya?

Kopi hitam. Mengajarkan kepahitan menjadi sesuatu hal yang tetap bisa dinikmati. 

🙂

Siomay B2 – Eng Yang

Beberapa kali gue ngeliat postingan siomay babi ini seliweran di Instagram. Entah itu di stories atau dibagian fotonya. Penasaran? Yaiyalah! 

Nah kebetulan hari ini diajak ke Kawasan Pecinan yang ada di Jakarta. Tepatnya di Glodok, tepatnya lagi di Petak Sembilan. Tepatnya lagi di hati kamu, tapi kamu udah ada yang punya. Eh gimana?

Ketemu sama siomay babi ini pun gak sengaja, tadinya gue sambil niat bikin vlog #makanserius eh ngeliat ada siomay babi ini, sodara sodara..

Akhirnya gue pesen lah siomay babi ini. Pas engkoh penjualnya buka panci siomaynya…beuuuuhh! Wangi parah nih siomay! Tersusun rapi banget. Ada siomay, siomay isi telur, kulit babi, tahu goreng isi, tahu putih isi, kentang, dan pare. 

Gak pake lama, gak pake nunggu gebetan ngewatsap, gak pake nunggu janur kuning melengkung, gue langsung nunjuk jenis siomay yang gue mau. 

5 jenis isian siomay langsung pindah ke piring. Siomay babi 2, siomay isi telur 1, tahu goreng isi, dan kulit babi. 

Engkohnya dengan cekatan, langsung motong siomay, lalu diguyur dengan bumbu kacang yang warnanya coklat kemerahan.

Gue termasuk tipe tipe pemakan, yang bakalan kepengen makan kalo liat tampilan makanannya menarik. Karena gue punya prinsip, kalo bentuknya aja udah menarik, pasti rasanya enak nih. 

Tapiii…untuk Siomay B2 Eng Yang, gue pinggirin sejenak prinsip gue tadi. 

Secara tampilannya, seperti siomay pada umumnya. Gak jauh beda. 

Begitu suapan pertama masuk mulut…pecah, sob!! Babinya pecah! Aslik! Siomaynya lembut, terus wangi, bumbu kacangnya terbaik. Manis, gurih, asin dan renyah, kecampur semuanya. 

Kulit babinya empuk!

Untuk harganya murah nih! Cuma Rp3.000 aja per siomaynya. 

Kapan nih kita. Iya kita. Makan Siomay B2 Eng Yang lagi? Gue yang bayar deh 🙂