Hari pertama saya tiba di Jogja, setelah makan Bakmi Kadin yang terkenal itu, saya diajak oleh Ladrina dan Ezza ke Alun-alun Kidul. 
Alun-alun Kidul atau yang lebih dikenal dengan sebutan Alkid, punya beberapa “wahana” menarik yang sayang untuk dilewatkan. 

Ada becak dugem, ini sebutan dari Ladrina loh. Itu loh becak yang berbentuk mobil dengan barisan lampu LED warna-warni dan musik kekinian yang diputar. 

Selain becak dugem, ada juga “wahana” melewati dua pohon beringin besar yang ada di tengah Alkid. Dengan mata tertutup, kalo kamu bisa melewati dua beringin tersebut, maka doa kamu akan terkabulkan. Begitu mitosnya. Tapi nyatanya banyak yang gagal melewati dua beringin tersebut, termasuk saya. Susah ternyata. 

Tapi ada yang menarik di Alkid ini. Ada penjual kopi dengan menggunakan gerobak sepeda kayuh. 

Koling alias Kopi Keliling. 

Jangan membayangkan tempat duduk yang nyaman dengan pendingin ruangan yang sejuk. Tapi Koling menawarkan kopi enak dengan keakraban dari baristanya. 

Iya. Kopinya enak, harganya pun murah meriah. 
Kopi yang ditawarkan pun beragam layaknya coffee shop. Ada americano atau black coffee, ada cappucino, caffelatte, vietnamese iced coffee, dan lain-lain. Penyajiannya pun dengan alat-alat membuat kopi yang sama seperti di coffee shop. 

Seperti yang disinggung di atas. Harga kopi di Koling pun termasuk murah. Kisaran 12k – 20k. 
Kopi enak, teman ngopi yang seru, suasana Alkid yang bikin betah. 

Jogjakarta memang istimewa. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s