Gue termasuk orang yang agak telat nonton Filosofi Kopi yang pertama. Bukan karena ga minat, tapi gue kurang update soal film Indonesia yang diangkat dari novel.
Mulai nonton film Filosofi Kopi justru dari salah satu aplikasi untuk nonton film dari salah satu provider telekomunikasi di Indonesia. 

Suka dengan film Filosofi Kopi yang pertama, mulai dari karakter Ben dan Jody yang real, yang bisa kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Jalan ceritanya sederhana tapi seru untuk diikutin pelan-pelan. Pengambilan gambarnya, yang menurut pandangan gue yang awam yang bagus.

Suka dengan film Filosofi Kopi, bikin gue pengen main ke kedainya. Ngopi di kedai Filosofi Kopi yang ada di Melawai saat udah tau film Filosofi Kopi 2: Ben & Jody udah mau tayang, ekspektasi gue lumayan tinggi. Lebih gak sabar aja buat nonton nanti. 

Oh iya. Untuk yang mau nonton Filosofi Kopi 2: Ben & Jody, gue saranin untuk nonton Filosofi Kopi yang pertama. Biar ga skip saat nontonnya. 
Berikut ulasan singkat dan awam gue di Filosofi Kopi 2: Ben & Jody. Semoga engga spoiler bagi yang belum nonton. Amin. 

Berangkat dari adegan terakhir Filosofi Kopi yang pertama, dimana Jody akhirnya menjual kedai kopi Filosofi Kopi, lalu Ben & Jody punya keinginan untuk mengkopikan Indonesia dengan menggunakan mobil VW Combi yang udah dimodif layak foodtruck. 

Pembukaan Filosofi Kopi 2: Ben & Jody, dimana mereka lagi jualan kopi andalan mereka, Perfecto dan Tiwus beserta filosofinya. Sampai kemudian muncul konflik. Mulai dari Nana yang harus resign karena hamil, lalu 2 baristanya, Aga dan Aldi juga minta resign karena ingin mengejar mimpi untuk punya usaha kedai kopi sendiri. Itu menjadi titik balik mereka untuk keluar dari zona nyaman.

Memutuskan untuk balik ke Jakarta dan ngebangun dari awal lagi kedai Filosofi Kopi, ga mudah buat mereka berdua. Sampai akhirnya ketemu Tara yang bersedia menjadi investor baru bagi Filosofi Kopi. 

Konfil demi konflik mulai muncul. Mulai dari kisah cinta yang berujung benci, lalu yang tadinya benci menjadi cinta, persahabatan sejati Ben & Jody yang diuji melalui Filosofi Kopi, sedihnya Ben yang ditinggal oleh ayahnya untuk selamanya, dan konflik lain. 

—– Batas Spoiler —–

Gue suka banget sama karakter Ben & Jody yang semakin lepas. Terus juga beberapa karakter baru yang muncul, yang diperankan oleh Luna Maya dan Nadine Alexandra. Yang bikin greget adalah tokoh yang diperankan oleh Nadine Alexandra. 

Lokasi film Filosofi Kopi 2: Ben & Jody juga seru dan sedikit banyak bikin gue kepengen jalan-jalan lagi. Terutama ke Toraja. 

Gambar yang ditampilkan tone warnanya enak dilihat. Warna warna yang cerah lalu ketemu dengan pencahayaan yang temaram. Asik lah buat gue. 

Suasana cinanya rumah Ben tuh dapet banget. Serasa lagi ada di rumah sodara gue yang cina banget. 

Pemilihan sountrack yang pas dan bikin ikutan nyanyi sambil nonton. 

Selesai nonton Filosofi Kopi 2: Ben & Jody ini, kalo ga kepengen punya kedai kopi, ya kepengen jadi barista, atau bahkan kepengen punya perkebunan kopi. 

Amiiin!

Selamat menonton! 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s